Sunday, January 02, 2011

Carl Lewis, Mesjid Indonesia di Tokyo dan Konstantinopel


Yokohama, 18 Desember 2010

Carl Lewis, Mesjid Indonesia di Tokyo dan Konstantinopel ...

Assalaamu'alaikum wr wb

Pekan lalu saya membaca satu artikel yang cukup menarik, cerita seputar

Carl Lewis seorang pelari 100 meter tercepat di dunia pada masanya.
Suatu hari Cal Lewis dan rombongan berkunjung ke sekolah dan disana
terjadilah tanya jawab yang cukup membuat kita merenung sejenak.

Ada seorang siswa bertanya, Mr. Carl ... kenapa anda bisa berlari begitu

cepat, apa rahasianya ? Kenapa anda bisa lari dalam waktu 10 detik.

Carl Lewis menjawab dengan tenang, saya berlari bisa secepat itu karena

saya mempunyai tujuan ... ya tujuan saya adalah mencapai 10 detik itu.
Dengan adanya tujuan (Goal, mokuhyou, 目標) itulah akhirnya semua
daya upaya saya lakukan untuk mencapainya. Saya melatih badan saya,
kecepatan lari saya hingga sampai dengan Goal tersebut.

Apa perbedaan Goal dengan Dream. Kalau mimpi itu hanya keinginan kita

ingin menjadi ini dan itu saja, Lain halnya dengan Goal, Goal merupakan
tujuan dimana untuk mencapainya kita berusaha sedikit demi sedikit
berusaha ke arah sana.

Begitu pula dengan bisnis, bisnis juga mempunyai Goal yang sudah
dibuat dan dengan tahap demi tahap semua karyawan bekerja untuk
mencapainya.

Sore ini saya juga mendapatkan inspirasi yang sama ketika diadakan

peresmian Panitia Pembangunan Mesjid Indonesia di Meguro, Tokyo.
Ketua Panitia Bapak Yudi Azis juga mengatakan bahwa untuk mencapai
900 juta yen (90 Milyar Rupiah) untuk membangun mesjid ini dimulai dari
yang kecil dahulu dan mudah-mudahan dari yang kecil-kecil ini dapat kita
capai cita-cita yang besar secara bertahap.

Saya teringat dengan satu kisah di zaman Rasulullah SAW dimana ketika

Rasulullah beserta para sahabatnya membuat parit ketika perang
khandak, Rasulullah memecahkan batu besar dan keluarkan percikan api,
dan Rasulullah mengatakan kepada sahabatnya nanti Romawi Timur
(Konstantinopel) akan kita kuasai. Padahal saat itu Romawi adalah salah
satu negara adidaya.

Kemudian diteruskan lagi Rasulullah bersabda :

"Kota Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang
menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada
di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.”
[H.R. Ahmad bin Hanbal Al-Musnad 4/335].

Sejak saat itu kaum muslimin berusaha untuk mengalahkan Romawi dan

silih berganti masa tetap saja Goal kaum muslimin untuk menaklukan
Konstatinopel terus membara.

Selama hampir 700 tahun lamanya tidak ada yang bisa menjadi tentara
terbaik. Barulah saat Tentara yang dipimpin oleh Muhammad Al Fatih
Konstantinopel dapat ditaklukkan oleh Kaum Muslimin.

Jadi ... kawan-kawan ... dalam segala kerja kita, hidup kita perlu kita

tetapkan Goalnya jangan hanya Mimpinya saja, sehingga untuk menuju
ke sana kita dapat setahap demi setahap melakukan kerja dan terus
memperbagus kerja kita ... mulailah dari yang kecil-kecil,
mudah-mudahan diperjalanan nanti kita akan temuakan jalan-jalan yang
diberikan oleh Allah SWT untuk mencapai hasil yang lebih besar lagi.

Mari bergerak !!! Hari esok masih ada ... Gambarimashou !!!

Wassalaamu'alaikum wr wb


Endrianto Djajadi

Tuesday, February 10, 2009

[INFO] Krisis melanda Perusahaan Elektronik Raksasa di Jepang

Krisis ekonomi yang melanda Amerika di akhir tahun 2008 lalu ternyata menyeret negara-negara lain juga. Tidak terkecuali negara maju seperti Jepang juga ikut mengalami akibatnya.

Di akhir tahun lalu ketika krisis melanda Amerika yang menyeret perusahaan-perusahaan automotifnya, dampaknya tidak terlalu terasa oleh masyarakat yang tinggal di Jepang. Dan orang-orang Jepang juga masih menikmati berbagai hal seperti biasanya. Akan tetapi mulai awal tahun ini sudah mulai terdengarperusahaan-perusahaan yang memberikan konferensi pers mengenai kerugian yang dilandanya, diantaranya Sony Corporation. Di akhir bulan Januari langkah Sony diikuti oleh Perusahaan-perusahaan Elektronik Raksasayang lainnya. Banyak perusahaan-perusahaan jepang yang mengultimatumkan kerugiannya sampai bulan maret nanti. Krisis ini menyebabkan banyak perusahaan-perusahaan Jepang yang menutup pabrik-pabriknya dan memberhentikan karyawan-karyawan kontraknya. Selain itu ada juga yang memberhentikan karyawan-karyawan tetapnya. Hal lain yang dilakukan adalah dengan memangkas bonus para manager ke atas, bisnis trip ke luar Jepang dikurangi, waktu kerja sepekan 5 hari dari senin sampai jumat dipangkas menjadi 4 hari kerja atau 3 hari kerja.

Menurut koran yang terbit di Jepang yaitu Asahi Shimbun hari ini (Sabtu, 7 Februari 2009) ada 9 Perusahaan Elektronik Raksasa yang mengalami kerugian yang cukup besar sehingga mereka memangkas jumlah karyawannya. Diurutkan dari yang terbanyak mengalami kerugian dan langkah-langkah yang diambil oleh perusahaan :

(satuannya : 1 milyar yen)
1. Hitachi
kerugiannya 700
Mengurangi dan memindahkan karyawan di luar dan di dalam Jepang sebanyak 7000 orang

2. Panasonic
kerugiannya 380
Mengurangi karyawan di dalam dan di luar jepang sebanyak 15000 orang

3. NEC
kerugiannya 290
Mengurangi karyawan di dalam dan di luar Jepang sebanyak 20000 orang termasuk di dalamnya karyawan tetap 10000 orang

4. Toshiba
kerugiannya 280
Mengurangi karyawan kontrak di dalam Jepang sebanyak 4500 orang

5. Sony
kerugiannya 150
Mengurangi karyawan di dalam dan di luar Jepang sebanyak 16000 orang

6. Sharp
kerugiannya 100
Mengurangi karyawan kontrak di dalam Jepang sebanyak 1500 orang

7. Fujitsu
kerugiannya 20
Memindahkan karyawan di dalam Jepang terutama bidang semiconductor sebanyak 2400 orang

8. Mitsubishi Electric
kerugiannya 10
Mengurangi karyawan kontrak di dalam Jepang sebanyak 500 orang

9. Sanyo Eletric
kerugiannya 0
Mengurangi karyawan kontrak terutama di bidangs emikonduktor di dalam dan di luar Jepang sebanyak 1200 orang

Dari data di atas terlihat Perusahaan Jepang banyak mengurangi karyawan kontraknya. Memang demikian adanya, perusahaan sangat berhati-hati dalam mengurangi karyawan tetap karena bila mereka mengurangi karyawan tetap, mereka akan mendapat protes yang keras dari Persatuan Buruh di perusahaan tersebut.

Kebetulan sekarang saya bekerja di Sony Corporation tepatnya di bagian Pengembangan Handycam dan Digital Camera. Mulai April tahun ini dari 38 karyawan di devisi LCD (Panel) tempat saya bekerja, 7 orang karyawan kontrak dikembalikan ke perusahaannya masing-masing. Selain itu perusahaan juga menawarkan pensiun dini bagi mereka yang sudah berumur 35 tahun ke atas dan sudah 10 tahun bekerja di Sony. Tawarannya cukup menarik karena karyawan akan mendapatkan lebih dari10 juta yen.

Krisis ini diperkirakan akan terus terperosok ke dalam, apakah kita siap menghadapinya ? Mudah-mudahan rekan-rekan yang sekarang bekerja di perusahaan-perusahaan baik perusahaan jepang atau yang lainnya dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Sehingga ketika badai itu datang ke tempat kita, kita sudah siap untuk menghadapinya dan mencari alternatif kerja lainnya.

Daftar perusahaan lain yang mengalami krisis :

http://4.jfserver.info/community/retrenchment/retrenchment_full.php

Yokohama, 14 Februari 2009