Saturday, March 25, 2006

[Seri Berkarir bagian 6] Menjadi Network Administrator di kantor

Seperti halnya di universitas, di perusahaan selain saya mengerjakan pekerjaan utama yaitu pengembangan handycam dan digital camera, saya juga mempunyai amanah untuk mengerjakan tugas-tugas sampingan.

Di departemen saya ada banyak kerja sampingan, setiap ketua divisi biasanya menunjuk beberapa pegawai untuk mengerjakan kerja ini dan dalam beberapa tahun digilir ke pegawai yang belum pernah mengerjakannya. Kerja sampingan ini antara lain,

1. Sebagai leader pengumpul paten
2. Sebagai leader memplanning welcome dan walfare party
3. Sebagai leader keselamatan pegawai
4. Sebagai leader network (administrator)
5. dll

Sehingga bila ada kebijakan dari perusahaan mengenai paten, maka leader pengumpul paten yang lebih dahulu dihubungi oleh departemen paten, setelah itu baru leader ini yang mengumumkan ke seluruh anggota divisi tersebut. Biasanya satu divisi 30 orangan.

Setelah 3 tahun bekerja saya mendapat kesempatan menjadi Network Administrator (NA) dimana kebijakan-kebijakan dari perusahaan mengenai per-komputeran dan network harus melalui saya terlebih dahulu, setelah itu baru saya sebarkan informasi tersebut ke pegawai yang lain.

Pekerjaan sebagai NA ini sangat menyenangkan dan cukup sibuk. Pekerjaan utamanya adalah memberikan pengarahan tentang komputer dan network di kantor kepada para pegawai. Mulai dari cara menginstall software baru sampai menyambungkan computer mereka ke network kantor. Kerja lainnya misalnya bila ada virus komputer yang menyerang network kantor, maka NA bertanggungjawab untuk mencari tahu penyebabnya dan bagaimana penanggulangannya. Mengenai penanggulangannya bisa didiskusikan dengan NA dari divisi lain atau Pengelola Seluruh Network di gedung tersebut.

Selain itu pekerjaan yang lainnya adalah mensupport pegawai baru agar komputernya dapat tersambungkan ke LAN perusahaan, bagaimana mengeset IP address, bagaimana mengeset Printer, bagaimana mengeset Wireless LAN, bagaimana mengeset Email kantor dll. Oleh karena itu, selain pengetahuan per-komputeran bertambah, sayapun bisa mengenal baik para pegawai-pegawai yang baru masuk.
Sedikit berbicara mengenai kepegawaian, di kantor saya termasuk unik, dalam 1 tahun kadang masuk dan keluar sekitar 4-5 orang. Biasanya mereka ini ditugaskan dari perusahaan yang masih satu grup dengan Sony Corporation untuk bekerja disini selama 1-3 tahun. Oleh karena itu leader yang memplanning welcome dan walfare party cukup sibuk juga mencari restoran untuk acara ini.

Di divisi saya, selain dari pegawai tetap Sony Corporation, ada sekitar 10-15 orang yang bukan pegawai tetap Sony Corporation, mereka ada yang dari Sony Manufacturing System, ada yang dari Sony Miyagi, ada yang dari Sony EMCS Kouda TEC, ada yang dari Sony EMCS Minokamo TEC dll yang semuanya masih satu grup dengan Sony Corporation. Oleh karena itu tidak jarang saya harus mengeset IP address para pendatang baru ini.

Mengapa saya menyukai pekerjaan sampingan ini ?

Pertama, saya dapat belajar tentang networking, karena ini merupakan tugas saya juga di kantor maka saya harus belajar terlebih dahulu sebelum mengajari pegawai yang lain. Setelah belajar saya mempunyai kesempatan yang banyak untuk mencoba pengetahuan tersebut dengan menggunakan komputer karyawan yang lain.

Yang kedua, saya bisa mengenal semua karyawan di divisi saya. Semua pegawai yang mempunyai masalah tentang komputer atau network akan selalu menghubungi saya untuk meminta bantuan. Oleh karena itu saya berfikir ini adalah kesempatan bagi saya untuk lebih dekat berinteraksi dengan karyawan yang lain. Bahkan sayapun bisa sering berbincang-bincang dengan Manager dan General Manager ketika mereka mempunyai masalah dengan komputernya.

Kadang bila saya tanya ke teman satu divisi apakah dia pernah berbincang dengan si fulan yang sama divisinya, ada yang menjawab :

"wah saya tidak pernah tuh berbicara dengan si fulan, soalnya tidak pernah ada kesempatan untuk berinteraksi (bekerja bersama) misalnya satu proyek dan lain-lain."

Oleh karena itu dengan adanya tugas sebagai NA ini, saya bersyukur sekali karena banyak sekali manfaat-manfaat yang dapat saya ambil dari tugas ini.

Demikian sedikit cerita tentang pekerjaan sampingan saya di kantor.

Yokohama, 25 Februari 2006

Tulisan ini dimuat di : http://www.pmij.org/article.php?id=190

Saturday, February 25, 2006

[Seri Berkarir bagian 5] Paten dan serba-serbinya

31 Des 2005

Sejak tahun pertama aku bekerja di sony, atasan sudah mengatakan bahwa sebagai pegawai sony maka sudah menjadi hal yang lumrah setiap tahun menulis paten. Beliau katakan paten sangat penting dalam dunia bisnis, sehingga apa saja yang kita anggap baru maka sedapat mungkin dipatenkan agar tidak kedahuluan oleh perusahaan lain.
Mengapa paten begitu penting ?

Ya .. dalam persaingan bisnis satu perusahaan kadang melihat perusahaan lain dalam mengembangkan produknya. Agar produk kita tidak ditiru habis oleh perusahaan lain maka sedapat mungkin apa yang merupakan penemuan baru hendaknya dipatenkan. Sehingga bila perusahaan lain meniru produk yang kita buat maka kita dapat menuntut agar perusahaan yang meniru tersebut membayar uang royalti ke kita.

Tidak dapat dipungkiri didalam dunia bisnis elektronik, meneliti/membongkar produk perusahaan lain sudah menjadi kelaziman. Misalnya perusahaan A mengeluarkan video camera baru atau digital camera baru, maka perusahaan kita akan membeli produk tersebut untuk dibongkar. Kita lakukan "benchmark" produk tersebut. Bagian mana yang baru dibandingkan produk sebelumnya, apa keunggulan dari produk tersebut, kenapa powernya bisa kecil, kenapa batereinya bisa kecil, panel/LCD merk apa yang digunakan, LCD ukuran berapa yang digunakan dll. Semua itu dibuat report dan digunakan sebagai masukan untuk produk yang akan datang.

Karena bongkar membongkar produk perusahaan sudah lazim maka seperti yang aku tuliskan diatas segala penemuan yang baru haruslah dipatenkan. Ditempat aku bekerja tiap tahun karyawan harus menulis paten. Bila saat itu kita tidak melakukan penelitian produk baru, kita boleh membuat paten sampai batas ide saja. Jadi apakah dimasa yang akan datang ide tersebut dijadikan produk atau tidak itu tidak masalah. Jadi ada paten yang memang berhubungan dengan barang yang akan diproduksi 2-3 tahun yang akan datang, ada juga paten yang sekedar ide saja.

Alur dalam pembuatan paten cukup panjang. Pertama kita harus mencari ide atau kira-kira tema apa yang akan kita patenkan. Setelah ada konsep dalam fikiran kita, kita diminta untuk meneliti apakah konsep tersebut sudah ada yang membuat patennya atau tidak. Ada homepage khusus yang memuat paten-paten yang sudah pernah ada. Dengan memasukkan keyword maka akan keluar paten-paten yang sudah dipublikasikan. Kadang ada paten yang persis dengan apa yang ada difikiran kita. Dalam hal ini kita harus mencari celah kira-kira apakah kita bisa bermain kata agar ide kita bisa lolos dari paten yang pernah ada tersebut. Kalau ternyata sudah tidak ada celah lagi, maka tak ada hal yang bisa kita perbuat selain mencari ide atau tema yang lain.

Sedangkan bila kita temukan paten yang mirip-mirip, ini bisa menjadi tulisan pada paten yang kita tulis. Kita bisa tulis pada paten no XXXXX tertulis seperti ini, sedangkan dalam paten yang sekarang ini pendekatannya seperti itu. Ini akan menjadi referensi bagi departemen yang mengurusi paten kita. Bila ternyata paten yang ada difikiran kita belum ada yang menuliskannya maka kita bisa mulai menulis paten tersebut. Kalau aku mungkin membutuhkan waktu 2 pekanan untuk menulisanya karena di kantor bukan paten saja yang aku kerjakan tapi banyak pekerjaan yang lain juga.

Hal yang perlu kita tulis adalah :
1. Tulisan singkat tentang paten kita
2. Permasalahan apa yang ada pada saat ini dan bagaimana penanggulangannya bila menggunakan paten kita ini.
3. Penjelasan secara rinci tentang paten kita
4. Apa keuntungan yang didapat dengan menggunakan paten kita
5. Gambar-gambar untuk memudahkan penjelasan no 3 diatas.

Setelah selesai menulis hal-hal diatas, aku kirim paten tersebut ke departemen yang mengurus tentang paten.
Departemen paten ini yang akan menyeleksi apakah paten kita bisa dikirim ke Lembaga Paten di Jepang atau internasional. Karena untuk mengirim penemuan kita ke Lembaga Paten, ini memerlukan biaya yang tidak sedikit, konon sampai beberapa ratus ribu yen untuk satu paten. Oleh karena itu ketika kita sudah mengirimkan paten itu belum berarti paten kita akan dikirim ke Lembaga Paten. Awalnya akan diseleksi di departemen paten ini.

Biasanya setelah beberapa pekan, ada informasi dari departemen paten apakah paten kita lolos seleksi atau tidak. Bila ternyata Departemen paten menemukan bahwa sudah ada perusahaan lain yang menulis paten tersebut, mereka akan menawarkan bagaimana kalau diadakan semacam pertemuan antara Departemen paten dengan kita. Dalam pertemuan itu akan didiskusikan proses selanjutnya. Mencari celah-celah yang masih bisa dicoba atau ganti tema paten.

Departemen paten ini juga menjadi penghubung kita dengan "benrishi". Tugas benrishi ini adalah mengubah tulisan paten yang kita buat menjadi tulisan model tulisan hukum. Jadi kalau kita baca paten-paten yang ada sekarang ini, kita akan kesulitan memahami secara mendalam tulisan paten tersebut, karena memang paten ditulis dengan model tulisan hukum. Banyak kata-kata yang diulang dan sulit untuk dimengerti. Kata-kata diulang tersebut nampaknya agar perusahaan lain tidak dapat mencari celah dari paten tersebut.

Setelah lolos seleksi, kita dipertemukan dengan benrishi. Benrishi akan menanyakan isi dari paten kita ini. Setelah benrishi memahami dengan pasti isi paten tersebut maka mereka meminta beberapa hari untuk menuliskannya dalam model tulisan hukum. Setelah selesai, benrishi mengirimkan transkripnya dan kita diminta untuk mengecek tahap akhir. Dan bila kita sudah setuju dengan isinya maka proses pengiriman transkrip ke Lembaga Paten dapat dilanjutkan oleh Departemen paten.

Di kantor kalau kita menulis paten maka perusahaan akan memberikan uang sebagai hadiah. Bila paten kita lulus seleksi dan bisa dikirim ke Lembaga paten, kita akan mendapatkan uang sebagai hadiah lagi. Dan bila ternyata paten kita nantinya dikirim ke Lembaga paten internasional, kita mendapatkan uang lagi. Dan terakhir bila paten kita ternyata dipakai oleh perusahaan lain, kitapun akan mendapatkan uang lagi dari perusahaan.

Sebagai sekilas informasi mengenai perbedaan paten di jepang dan di Amerika, ternyata ada perbedaan yang cukup significant mengenai paten diantara kedua negara ini. Kalau di Jepang, siapa yang lebih dulu mengajukan paten ke Lembaga paten maka dialah yang berhak mempunyai paten tersebut. Akan tetapi kalau di Amerika tidak seperti itu.

Di Amerika, siapa yang menemukan pertama kali metode tersebut, dialah yang berhak mempunyai paten tersebut walaupun dia mengajukan paten tersebut ke Lembaga paten terlambat dari yang lain. Oleh karena itu, Lembaga Riset di Amerika biasanya mereka mempunyai buku progress report harian. Di dalam buku tersebut dituliskan sampai dimana penelitian hari ini dan akan mendapatkan persetujuan dari pemimpin lembaga. Nantinya buku progress report inilah yang menjadi bukti bahwa tanggal sekian tahun sekian kami menemukan metode bla bla bla.

Dalam dunia perusahaan elektronik ada istilah tukar menukar paten. Jadi bila ada perusahaan A mempunyai satu paten dalam satu hal, dan perusahaan B mempunyai satu paten dalam hal yang lain, agar perusahaan A bisa menggunakan paten perusahaan B dan perusahaan B bisa menggunakan paten perusahaan A maka diadakan tukar menukar paten. Dan biasanya diadakan semacam kerjasama antara kedua perusahaan ini sehingga mereka bisa saling menggunakan paten perusahaan patnernya.

Mungkin demikian sekilas tentang paten dan serba-serbinya, mudah-mudahan dapat memberikan wawasan bagi rekan-rekan sekalian.

Tulisan ini dimuat di : http://www.pmij.org/article.php?id=178